Tips Tidur Nyenyak

Kamu insomnia alias susah tidur? Coba deh tips asyik di bawah ini supaya bisa tidur nyenyak.



 sumber gambar: www.printsforartssake.com
1. Mematikan Handphone.


Hayo ngaku! siapa yang hobinya baca WA sebelum tidur? Atau tengah malam masih asyik facebookan?

Jejaring sosial salah satu penyebab seseorang menunda tidur. Tidak sadar sudah berjam-jam chatting, akhirnya justru mengusir kantuk.

Coba deh matikan dulu handphone-mu.


2. Berwudhu
 
Air wudhu membuat kamu lebih santai. Selain itu menghilangkan keringat yang menempel, jadi lebih nyaman rasanya.


3. Tidur Sesuai jam Biologis


Sebagian orang insomnia jika melewati waktu kebiasaannya tidur.

Misalnya, dia biasa tidur jam sembilan malam, tapi jam sepuluh masih terjaga. Akibatnya kantuk yang sebelumnya telah datang pergi entah kemana.


Nah, untuk mencegah hal itu tidurlah sesuai jam biologismu.


4. Mendengar Murottal Al-Qur'an


Biasanya nih, orang yang insomnia gelisah di atas kasur. Kesal menunggu mata yang tak kunjung terpejam.


Nah, daripada kamu uring-uringan, mending mendengar murottal Al-Qur'an. Selain membuat hatimu adem, pikiran tenang, dapat pahala lagi. Kurang untung apa coba?


5. Jangan Paksakan Diri untuk Tidur


Tenang saja, yakin kantuk itu pasti datang. Mintalah kepada Allah agar Dia membuatmu tidur.


6. Menanamkan Nilai Positif


Jika kamu susah tidur karena banyak pikiran, penat karena di siang hari sibuk berinteraksi dengan banyak orang, coba deh santai sejenak.


Tanamkan nilai yang positif sembari berbaring di atas kasur. Katakan pada diri sendiri di dalam hati, "Tidur itu enak, aku mau istirahat, alhamdulillah ..."


7. Mengatasi Penyebab Susah Tidur


Setiap orang itu unik. Termasuk kamu. Coba kenali diri sendiri apa yang menyebabkan kamu insomnia, lalu atasi.


Ada orang yang sulit tidur karena lapar, suhu panas, atau terlalu banyak menonton televisi.


Jika televisi penyebabnya, sebelum tidur kurangi aktivitas menonton. Konon terlalu lama menonton televisi sebelum tidur bisa menyebabkan insomnia.


Ya sudah, itu saja. Selamat tidur nyenyak.

Remaja Cyber, Cerdas Berinternet

Sobat, kamu-kamu pasti udah kenal sama yang namanya internet. Teknologi yang satu ini memang udah enggak asing lagi di telinga kamu. Bahkan internet udah menjadi kebutuhan hidup, bukan sekadar gaya-gayaan.

Ini zamannya kuda gigit pentium, teknologi bisa memudahkan pekerjaanmu. Tapi ternyata banyak juga lho yang menyalahgunakan kecanggihan teknologi. Negara kita termasuk negara dengan peringkat nomor satu yang mendapat serangan kejahatan melalui internet.

Ah, serius tuh? Weits, berdasarkan berita yang dimuat di nationalgeographic.co.id ada 42.000 serangan cyber crime alias kriminalitas di dunia maya setiap harinya. Data itu dipublikasikan dalam acara Indonesia Cyber Crime Summit yang diadakan di Institut Teknologi Bandung.

Memang sih teknologi itu seperti koin dengan dua sisi, ada baik dan buruknya tergantung tujuan si pemakai. Nah, kamu sebagai pemakai punya peranan besar dalam membentengi diri sendiri supaya enggak menjadi korban cyber crime.

Tapi kan ada petugas keamanan dan kemenkominfo, terus buat apa repot? Sob, jangan sampai nasi menjadi basi–mending jadi bubur bisa dimakan. Penyesalan itu datangnya belakangan. Biarpun ada petugas yang berwenang kamu enggak mau kan merasakan pengalaman menjadi korban cyber crime? Lagipula melacak pelaku kejahatan di dunia maya itu enggak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang.

Asli, serem banget lho! Ada banyak modus-modus kejahatan melalui internet, mulai dari penculikan, pornografi, prostitusi online, perdagangan manusia, pedophilia-gangguan seksual penyuka anak-anak, dan masih banyak lagi.

sumber gambar: Internet

Terus bagaimana dong caranya supaya aman saat berselancar di dunia maya? Oke deh sob, lanjutin baca tips asyik di bawah ini.

1.    Tidak Terlalu Mengumbar Kehidupan Pribadi di Internet

Kamu hobi jeprat-jepret, memakai handphone yang bisa dipasangin tongsis? Atau senang banget update segala hal yang terjadi di kehidupan nyatamu. Beli rumah baru, fotonya langsung dipajang, enggak tanggung-tanggung sampai seluruh ruangan kamu foto dan upload di dunia maya.

Duh sob, sebaiknya hentikan kebiasaan itu deh. Membahayakan. Kamu tidak tahu dengan pasti karakter orang-orang yang menjadi temanmu di dunia maya. Kecuali kamu sangat selektif memilih teman, hanya orang yang kamu kenal di dunia nyata saja yang menjadi temanmu.

Foto-fotomu bisa disalahgunakan oleh pelaku kejahatan. Begitu juga jika kamu memasang foto keponakan yang masih unyu-unyu ke dunia maya, apalagi foto keponakanmu yang sedang mandi. Biarpun mereka masih kecil kamu juga perlu menghargai privasinya, mereka juga enggak aman sob!

Di dunia maya beredar predator anak alias paedophilia. Foto keponakanmu yang unyu itu bisa disalahgunakan, menjadi foto pornografi anak. Bahkan bisa saja mereka menargetkan keponakanmu untuk diculik. Apalagi jika kamu memasang alamat sangat lengkap di dunia maya.

Menurut data dari KPAI, sepanjang waktu 2011 sampai 2014 ada banyak anak yang menjadi korban pornografi dan kejahatan online. Sebanyak 21% menjadi korban pornografi anak online, 20% prostitusi anak online, 15% menjadi objek cd porno, dan 11% anak menjadi korban kekerasan seksual online.

Fakta mengejutkan terungkap, setiap tahunnya bertambah 50.000 foto baru pornografi anak. Kasihan ya, anak-anak itu.

2.    Tidak Memasang Foto Pribadi

Nah, kalau ini pengalaman pribadi penulis. Jadi ceritanya begini, penulis mempunyai teman di dunia maya. Perempuan shalehah yang menutup auratnya. Suatu hari penulis membaca statusnya. Kurang lebih seperti ini:

“Tolong jika ada yang meng-add menjadi teman atas nama saya jangan di approve. Akun itu palsu. Foto saya diambil dan diedit menjadi seperti tidak memakai jilbab.”

Setelah penulis meluncur ke akun palsu tersebut, beneran sob! Fotonya yang berjilbab diganti dengan gambar rambut. Duh, penulis cuma bisa mengelus dada. Hati-hati deh sob, apalagi kalau kamu perempuan.

3.    Menyeleksi Teman di Dunia Maya

Enggak semua orang yang mau menjadi temanmu di dunia maya harus diterima. Kamu perlu menyaringnya. Cara paling aman hanya memasukkan orang yang kamu kenal di dunia nyata, jika terpaksa menerima pertemanan karena suatu hal perhatikan profil dan data orang tersebut dan lihat jumlah teman-teman yang sama denganmu.

Semakin jelas profil dan semakin banyak jumlah teman yang sama bisa menjadi pertimbangan tersendiri buatmu.

Ada cerita lucu yang dialami oleh teman penulis. Suatu hari seseorang yang tidak dia kenal di dunia nyata meng-add. Akun itu bernama Kuntilanak. Jelas saja teman penulis menolaknya dia menulis status:

“Di dunia nyata aja enggak mau temenan sama Kuntilanak, siapa juga yang mau temenan sama Kuntilanak dan Pocong. Biar di dunia maya juga ogah... hehehe...”

Jadi sob, pilih pertemanan dengan orang yang menggunakan nama asli, bukan nama alay apalagi nama-nama setan. Ih... syerem.

4.    Setting Pengaturan Akun Pribadimu

Kamu pernah enggak punya pengalaman seseorang menge-tag foto tidak senonoh di akun pribadi? Tiba-tiba saja teman-teman mengirim pesan agar kamu menghapus foto itu, padahal bukan kamu yang memasangnya.

Jika pernah, berarti kamu perlu mengatur akun pribadi. Agar informasi yang dibagikan teman tidak secara otomatis muncul di akunmu. Informasi itu baru bisa ditayangkan setelah mendapat persetujuan darimu.

Ada baiknya saat membuat sebuah akun di dunia maya dibarengi dengan mempelajari petunjuk penggunaanya. Supaya akunmu aman dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Nah, sekarang kamu udah mengerti kan kalau menggunakan internet itu ada aturannya. Sebagai pengguna kamu dituntut untuk bisa memakai internet dengan penuh tanggung jawab.

Intinya gunakan internet untuk hal-hal yang baik, jangan sampai kamu tergoda untuk ikut-ikutan menjadi pelaku cyber crime. Gunakan internet sesuai kebutuhan dan tetap berhati-hati. Selamat berselancar di dunia maya!

(Tulisan ini telah dimuat di www.kreasianaknegeri.com)

Tips Agar Istri Makin Cinta

Pada masa-masa awal pernikahan cinta terasa sangat indah, idealis, dan menggebu-gebu. Seakan-akan tak ada cela pada diri istri yang anda pilih. Dunia seperti milik berdua, orang lain hanya mengontrak.
          
Seiring waktu dan lamanya perjalanan hidup yang anda lalui bersama istri, anda akan semakin realistis dalam menilai dan memandang. Berada dalam satu atap selama bertahun-tahun bersama dengannya membuat anda mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Sifat asli yang sebelumnya tidak anda lihat.
           
Cinta bisa saja pudar. Ia ibarat tanaman yang harus dirawat, disirami, dan diberi pupuk agar terus tumbuh dengan baik. Mempertahankan bahtera rumah tangga, terus menumbuhkan rasa cinta dengan pasangan, tentu saja membutuhkan usaha dari diri anda.
           
Cobalah tips sederhana di bawah ini, agar istri anda semakin cinta.

1.      Membantu Pekerjaan Rumah

“Cinta dan memberi adalah dua kata sejati dalam kamus nurani.” (Helvy Tiana Rosa)

Beberapa istri mengeluhkan sikap para suami yang tidak mau membantu pekerjaan rumah. Setiba di rumah sibuk dengan dirinya sendiri dan membiarkan istri berkutat dengan aktivitas rutin pekerjaan rumah.

Cucian piring dan baju menumpuk, mainan anak-anak berserakan. Padahal tugas istri lebih dari sekedar membersihkan rumah. Dia harus mengasuh anak, memasak, dan berbelanja. Jangan salahkan istri anda jika di malam hari dia kelelahan dan lebih memilih tidur daripada menemani anda.

Padahal jika anda mau mengorbankan sedikit saja waktu istirahat untuk membantu istri akan ada banyak kebaikan dan manfaat yang bisa anda dapatkan.

Banyak studi yang menunjukkan bahwa pasangan yang berbagi pekerjaan sama rata, memiliki kehidupan pernikahan yang lebih bahagia yang lebih stabil dibandingkan pasangan yang menerapkan pola tradisional. Dan riset oleh psikolog John Gottman, PhD dari University of Washington di Seattle, menemukan bahwa wanita yang memiliki suami yang mau membantu pekerjaan rumah tangga cenderung tidak merasa kesepian dan tidak mudah marah, serta lebih antusias melakukan hubungan seks.

Kebaikan yang anda lakukan kepada istri merupakan investasi untuk terus menambah rasa cinta di hatinya. Wanita mudah tersentuh karena perhatian-perhatian kecil yang anda berikan. Membantu pekerjaan rumah salah satu bentuk perhatian yang membuat istri merasa dicintai. 

2.      Mau Mendengarkan Istri

“Jika seorang lelaki mencintai seorang wanita. Dia akan mengakui keberadaan wanita itu, memenuhi kebutuhannya, melindunginya. Jika dia sungguh-sungguh mencintainya, pengakuan tertingginya adalah ‘ini istri saya.’” (Steve Harvey)

Wanita makhluk yang sangat verbal, dia bisa mengeluarkan 20.000 kata dalam sehari. Sementara laki-laki hanya mengeluarkan 7000 kata. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Maryland School of Medicine, wanita memiliki gen FOXP2 yang lebih banyak dari laki-laki di dalam otaknya, hal ini menyebabkan wanita lebih fasih berbicara.

Meskipun penelitian itu masih harus digali, paling tidak penemuan itu menunjukkan salah satu faktor mengapa wanita lebih banyak berbicara.

Mungkin anda heran dengan sikap istri anda yang suka sekali bercerita. Segala hal yang menurut anda sepele bisa menjadi bahan pembicaraan yang menarik menurut istri anda. Anda seringkali tidak habis pikir saat melihat istri betah berbincang selama berjam-jam dengan rekan-rekannya. 

Seperti itulah sebagian besar sifat wanita, mereka senang berbicara dan senang saat didengarkan. Jika sewaktu-waktu istri bercerita dengarkanlah meskipun anda tidak begitu tertarik, simpan smartphone dan matikan laptop. Jangan pernah mendengarnya berbicara sembari membaca koran atau anda tertidur sementara istri antusias bercerita, dia akan menganggap anda tidak sungguh-sungguh mendengar dan menghargai ucapannya.

3.      Bekerja Sama Mendidik Anak

“Cinta itu bukan hanya harus memiliki, tapi cinta itu juga harus bertanggung jawab.” (Mario Teguh)

Mengasuh anak-anak bukan hanya tugas istri, ada beberapa pandangan yang sebaiknya diluruskan. Selama ini sebagian suami merasa telah menunaikan tugasnya saat memberi uang belanja di setiap awal bulan. 
Anak-anak membutuhkan ayah mereka, lebih dari sekadar uang jajan. Ada cerita menarik yang pernah dituturkan oleh Ayah Edy—Penggiat Komunitas Ayah, seorang anak pernah berkata, “Jika sedang di rumah ayah tidak pernah melek, dan saat melek ayah sedang tidak di rumah.”

Anak itu berkata dengan jujur dan polos, ayahnya pulang ke rumah hanya untuk tidur dan beristirahat akibat terlalu lelah bekerja, hingga tidak memiliki waktu untuk sekadar menanyakan kabar atau berbincang santai di ruang keluarga. Dan saat bangun tidur ayahnya sudah bersiap-siap untuk kembali berangkat ke kantor.
Peran pengasuhan ayah sama pentingnya dengan peran pengasuhan ibu. Ayah dan ibu perlu berbagi tugas pengasuhan anak secara adil dan seimbang. 

“Ketika orang tua menunjukkan kerjasama, sikap saling menghormati, komunikasi yang seimbang dan penyesuaian terhadap kebutuhan masing-masing, maka akan membantu anak dalam membentuk sikap yang positif terhadap laki-laki maupun perempuan.” (Biller dalam Santrock, 2007). 


sumber gambar: Internet

4.      Jujur dan Terbuka

“Tak mungkin ada cinta yang bertahan tanpa interaksi, yang tegar tanpa interupsi.” (Helvy Tiana Rosa)

Data Ditjen Badilag 2010, pemicu munculnya perceraian disebabkan oleh beberapa masalah, misalnya 10.029 kasus perceraian yang dipicu masalah cemburu, 67.891 kasus perceraian dipicu masalah ekonomi dan sebanyak 91.841 perkara akibat ketidakharmonisan dalam keluarga.

Ketidakmampuan dalam membangun komunikasi yang efektif dengan pasangan bisa menjadi salah satu penyebab keretakan rumah tangga. Sesibuk apapun luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan jujur dan terbuka dengan istri anda. Keterbukaan anda membuat istri merasa dipercaya, karena anda merasa aman berbagi dengannya. 

Bicarakan masalah anda dan cari solusi bersama, jika ada hal-hal yang mengganjal di hati anda dari diri pasangan. Agar istri mengetahui apa yang anda inginkan dan apa yang tidak anda suka.

Memendam masalah tidak akan membuatnya terselesaikan, justru semakin menumpuk. Bukan tidak mungkin masalah sepele yang anda pendam bertahun-tahun justru menjadi bom yang siap meledak sewaktu-waktu. 

5.      Berperilaku Baik

“Aku mencintaimu, itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu.” (Sapardi Djoko Damono)

Tidak ada wanita yang mau menjadi korban atas perilaku buruk yang anda lakukan, tak terkecuali istri anda. 
Dalam sebuah rubrik konsultasi keluarga, seorang istri mengeluhkan perilaku suaminya yang kecanduan minuman beralkohol. Sebelumnya sang suami sudah berjanji untuk menghentikan kebiasaan buruknya, namun saat usia kandungan sang istri memasuki usia tiga bulan kebiasaan buruk itu kembali terulang. Sang suami sering pulang larut malam dalam keadaan mabuk, tidak lagi peduli dengan keluarga, sering bertengkar, dan jarang pulang ke rumah.

Beberapa kasus kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa wanita dan anak-anak disebabkan oleh kecanduan minuman beralkohol.

Tidak dapat dipungkiri perilaku anda sangat mempengaruhi kondisi keluarga. Semakin sering anda berperilaku buruk, melanggar norma sosial dan agama, semakin mengikis kecintaan di hati istri dan anak-anak anda.

(Tulisan ini telah dimuat di www.kreasianaknegeri.com)

Bikin Nonfiksimu Seseru Komik

Sobat siapa bilang tulisan nonfiksi itu membosankan? Kamu bisa membuat tulisan nonfiksi yang asyik untuk dibaca dari awal hingga akhir. Kalau kamu jago mengolahnya, tulisan nonfiksi enggak kalah seru dibandingkan komik. Yuk, kita coba cara sederhana di bawah ini!

1. Bikin judul yang oke punya

Seperti biasa, semua tulisan pasti diawali dari judul. Kesan pertama tulisanmu terlihat dari judulnya, judul yang keren bikin pembaca melirik tulisanmu. Hal yang perlu diingat, judul yang ditulis jangan terlalu panjang tapi juga jangan terlalu pendek.

Siapkan beberapa alternatif judul untuk satu tulisanmu, supaya kamu bisa menyeleksinya kira-kira judul mana yang paling menarik dan memiliki potensi untuk disebarkan oleh pembaca secara viral. Biasanya judul yang mengandung angka, mengandung kata "Inilah", judul yang unik, atau mengaduk-aduk emosi pembaca, memiliki potensi lebih besar ketimbang judul yang datar-datar saja.

2. Sepenuh hati saat membuat tulisan

Lakukan yang terbaik dengan tulisanmu, kesungguhan seorang penulis terlihat dari karyanya. Pembaca bisa merasakan saat kamu menulisnya dengan malas-malasan atau saat kamu menulisnya dengan penuh semangat. Ingat sob, menulis itu aktivitas transfer energi. Jadi usahakan saat akan membuat tulisan kamu dalam keadaan siap berbagi energi.

Enggak percaya? coba kamu baca buku-buku karya ulama Islam terdahulu. Tulisan mereka terasa sangat hidup, menyentuh dan membangkitkan. Jawabannya jelas karena mereka memiliki energi spiritual dan ketaatan yang baik kepada Allah SWT, dan energi itu tersalurkan kepada pembacanya.

3. Bikin tulisanmu mengalir 

Jadi inget nih! Dulu pernah membaca di FP seorang penulis ternama. Dia bercerita ada seseorang yang protes, kenapa buku karyanya tidak diloloskan penerbit padahal buku karya penulis pemula-yang menurutnya biasa aja, justru diterbitkan dan ternyata penjualannya cukup bagus di toko buku.

Penulis ternama itu hanya menyuruhnya membaca buku karya penulis pemula yang dicibirnya. Setelah membaca barulah dia menyadari, karya penulis pemula itu ditulis dengan gaya bahasa yang mengalir. Seakan-akan dia berbicara langsung dengan pembacanya.

Karya penulis pemula itu memang sederhana, mudah dimengerti, dan pembaca suka itu. Dibandingkan dengan tulisannya yang memasukkan banyak kutipan serta data-data ilmiah. Enggak salah sih kalau kamu mau memasukkan data-data ilmiah ke dalam tulisanmu, yang penting dikemas dengan cara yang cantik sehingga tidak terkesan menggurui dan membosankan.
 
Gunakan istilah yang gampang dipahami oleh pembaca. Jangan berlebihan menggunakan istilah-istilah asing, enggak disebut keren saat kamu menggunakan kata Oryza Sativa untuk menyebut padi, dan Homo Sapiens untuk menyebut manusia, kecuali kamu sedang menulis buku pelajaran biologi.

Gaya bahasa yang berputar-putar enggak jelas intinya dan banyak pengulangan kata juga bisa membuat pembacamu mengibarkan bendera putih. Mereka bakal menyerah di tengah jalan, dan membiarkan tulisanmu tergeletak begitu saja.

4. Jangan lupa efek "wow"

Jika ingin pembaca bertahan dengan tulisanmu sebarkan harta karun di dalamnya. Apa harta karun itu? hal-hal baru yang belum diketahui oleh pembaca. Sehingga saat membaca tulisanmu mereka berkata di dalam hati, "Oh... ternyata begitu, baru tau nih!"

Itulah yang disebut efek "wow". Efek ini akan meninggalkan bekas di hati pembaca, dan jika mereka suka, mereka akan membagikan tulisanmu di dunia maya, atau mempromosikan bukumu-jika ditulis dalam bentuk buku.

5. Buat tulisanmu lebih berisi

Sobat, tiba-tiba jadi ingat dengan peristiwa beberapa hari yang lalu. Waktu itu aku hadir dalam sebuah seminar, salah satu pembicaranya Adriyan Fitra. Dia ahli di bidang penjualan online. Ada kalimatnya yang masih kuingat "Orang yang punya masalah akan mencari jawabannya di google, sementara orang yang kesepian akan membuka jejaring sosial."

Jadi kalau kamu membuat tulisan nonfiksi-baik yang dipajang di google atau dicetak dalam bentuk buku, usahakan tulisanmu mampu menjawab pertanyaan pembaca dan memberi solusi atas masalah yang sedang mereka hadapi. Tingkat kepuasan pembaca tergantung dari terpenuhi atau tidaknya kebutuhan mereka. Itu sebabnya penting bagimu untuk mengumpulkan bahan-bahan dengan banyak membaca agar tulisan nonfiksimu lebih berisi.

6. Mengaduk-aduk emosi

Kamu pernah baca enggak buku Catatan Hati Seorang Istri-nya Asma Nadia? Buku itu termasuk salah satu buku nonfiksi best seller. Isinya mengaduk-aduk perasaan, terutama untuk kalangan ibu-ibu rumah tangga.

Bagaimana dengan buku kocaknya Dedi Padiku? Perutmu bisa kejang-kejang akibat ketawa saat membacanya.

Nah, tulisan nonfiksi yang mampu mengaduk emosi itu disukai oleh pembaca. Jadi kalau tulisan nonfiksimu yang melow bisa membuat pembaca menangis, atau tulisanmu yang kocak membuat pembaca ketawa guling-guling, tandanya kamu sudah berhasil menuliskannya.

Oke deh sob, apalah guna teori tanpa praktek? Jadi setelah membaca tulisan ini jangan lupa dipraktekkan.

sumber gambar: Internet


Cara Jitu Menghindari Begal

Akhir-akhir ini kita menjadi familiar dengan kata begal. Begal bermakna perampasan dengan disengaja. Biasanya mereka merampas harta benda korban dengan senjata yang melukai hingga membunuh korban.

Menurut kriminolog UI, Iqrak Sulhin, jumlah kasus pembegalan masih tergolong sedikit, hanya saja kualitas kejahatannya cukup mengkhawatirkan. Mereka tidak segan-segan membunuh korban.
 
Maraknya pemberitaan di media massa membuat sebagian masyarakat- terutama mereka yang harus pulang dan beraktivitas saat larut malam, menjadi cemas.           

Ada beberapa tips yang bisa kita coba untuk menghindari begal:  
 
1. Memilih jalan yang ramai dan terang
Banyak tindak kejahatan terjadi karena ada kesempatan. Tempat yang sepi dan gelap merupakan tempat yang sangat potensial terjadinya kejahatan. Jika kita terpaksa pulang larut malam usahakan untuk memilih jalan yang ramai dan terang. Tujuannya selain meminimalkan tindak kejahatan juga memudahkan kita meminta tolong jika menjadi korban kejahatan.

2. Hindari melewati rute jalan yang belum dihapal
Ada baiknya kita melakukan survey dan mencari informasi sebelum pergi ke sebuah wilayah yang belum pernah kita kunjungi. Selain memudahkan kita karena sudah mengetahui rutenya, kita bisa memlih alternatif jalan yang kira-kira aman untuk dilalui. Sebisa mungkin jangan melewati rute jalan yang belum kita hapal.
 
3. Tidak memakai barang mewah
Barang-barang mewah yang kita gunakan, misalnya perhiasan dan handphone. Bisa menjadi pemicu tindak kriminalitas. Saat berkendara sebaiknya jangan menggunakan barang berharga. Jika terpaksa harus membawanya simpanlah di dalam tas.
 
4. Memperhatikan lingkungan sekitar
Kewaspadaan menjadi hal yang penting, apalagi jika kita orang yang biasa pulang larut malam. Hampir semua kasus begal terjadi di malam hari. Perhatikan keadaan, jika ada hal-hal yang mencurigakan misalnya merasa dibuntuti, segera pergi ke kantor polisi terdekat.
 
5. Usahakan tidak sendirian saat berkendara
Jika memungkinkan, ajaklah teman saat berkendara di malam hari. Teman bisa membantu meminta tolong kepada orang-orang di sekitar tempat kejadian.
 
6. Memberitahu perjalanan ke keluarga atau rekan

Informasikan setiap kepergian kita kepada keluarga dan orang terdekat. Jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak keluarga bisa cepat bertindak melapor ke kantor polisi.





Sumber gambar: Internet


Hati-Hati FOMO Phobia!

Kecanduan jejaring sosial membawa dampak buruk, salah satunya FOMO phobia. FOMO berasal dari kata Fear Of Missing Out, yaitu rasa takut yang berlebihan tertinggal informasi di jejaring sosial atau internet.

Yuk, kita cek sama-sama kamu mengalami FOMO phobia atau tidak.
 
Tanda- Tanda FOMO Phobia
 
1. Gelisah jika tidak mengecek akun jejaring sosial.
Sobat, orang yang mengalami FOMO phobia mengecek akun jejaring sosialnya setiap 30 detik sampai lima menit dalam sehari. Bayangin sob, setiap 30 detik! Data itu berdasarkan penelitian yang dilakukan Melbourne’s Victoria University. Coba saja kamu hitung berapa kali dalam sehari mereka mengecek akun
jejaring sosialnya. Jika sebentar saja mereka tidak membuka akun jejaring sosial, mereka dihantui perasaan gelisah dan uring-uringan hingga mengganggu aktivitasnya di dunia nyata. Mereka sangat takut ketinggalan informasi di dunia maya.


2. Tidak bisa melepaskan diri dari handphone.
Karena ketakutan yang berlebihan kehilangan informasi di dunia maya, mereka selalu lekat dengan handphone. Makan sambil baca status teman, baru bangun tidur langsung meraih ponsel untuk mengecek media sosial, malam sebelum tidur masih sibuk menulis komentar. Seakan-akan handphone sudah menempel di telapak tangannya. Ketika handphone hilang atau lupa menaruh, dunia serasa runtuh. Panik dan kalang kabut.
 
3. Terobsesi dengan postingan orang lain.
Selalu mau tahu, diam-diam sering mengamati wall atau dinding teman di jejaring sosial hanya untuk mengetahui aktivitas, foto, dan status-status yang ditulisnya. Mereka percaya orang lain memakai akun jejaring sosial untuk menunjukkan jati dirinya dan apa saja yang dilakukan. Mereka seringkali menyesal jika tidak bisa membaca postingan orang lain.

Di sisi lain penderita FOMO phobia juga rentan terkena depresi karena iri melihat foto dan membaca status kehidupan orang lain yang diposting ke akun jejaring sosial. Mereka tidak mau kehidupan orang lain lebih baik daripada kehidupannya sendiri, perasaan itu menyebabkan mereka ragu dengan dirinya sendiri dan tidak bersyukur.

4. Manajemen waktu yang buruk.
Sudah pasti penderita FOMO phobia tidak mampu mengatur waktunya dengan baik. Mereka menghabiskan waktunya selama kurang lebih 400 menit atau kurang lebih 6-7 jam setiap harinya untuk membuka akun jejaring sosial. Padahal waktu 6-7 jam itu bisa digunakan untuk aktivitas lain di dunia nyata yang lebih bermanfaat.

5. Eksis berlebihan di jejaring sosial.
Bagi penderita FOMO phobia, profil mereka di akun jejaring sosial hal yang sangat penting untuk menggambarkan kepribadian. Mereka juga merasa bete ketika notifikasi atau pemberitahuan sedikit, tidak banyak yang me-like dan mengomentari kirimannya. Akibatnya mereka terdorong untuk mengirim tulisan atau foto yang lain dengan harapan ditanggapi oleh teman-teman di jejaring sosial. Bahkan men-tag ke banyak orang di jejaring sosial.

Nah, terus bagaimana dong caranya supaya terhindar dari FOMO phobia? Padahal kamu masih membutuhkan jejaring sosial untuk berkomunikasi dengan sanak saudara yang tinggal jauh atau mengerjakan tugas kelompok di grup jejaring sosial?
Tenang aja, sob! Bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan akun jejaring sosial. Ada beberapa tips sederhana yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari FOMO phobia.

Pertama, batasi dirimu menggunakan jejaring sosial. Cobalah untuk tidak membuka akun jejaring sosial selama beberapa lama. Buatlah jadual mengakses jejaring sosial dan laksanakan jadual yang sudah kamu buat. Misalnya hanya membuka jejaring sosial satu kali dalam sehari.
 
Awalnya kamu resah gelisah seperti orang yang ‘sakaw’ karena tidak bisa mengakses internet. Jempolmu gatal ingin mengetik status atau membagikan foto yang tercantik atau terganteng. Tenang aja sob, itu cuma permulaan, setiap kali keinginan itu muncul coba untuk mengalihkannya. Lama kelamaan kamu terbiasa mendisiplinkan diri.
 
Kedua, menyibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaat di dunia nyata. Sob, ada banyak kegiatan yang enggak kalah serunya dibandingkan eksis di jejaring sosial. Kamu bisa menyibukkan diri dengan hobi, jalan-jalan bersama teman sebaya, olah raga, mendaki gunung, menulis, membaca buku, aktif di kegiatan sosial, dan lain-lain. Intinya buatlah dirimu sibuk di dunia nyata.
Kamu itu makhluk nyata bukan makhluk maya apalagi ghaib (ih…serem), kamu tinggal di dunia nyata. Berinteraksi dengan manusia yang jelas-jelas ada, cetak prestasi nyata yang dampaknya bisa dirasakan oleh lingkungan sekitar. Percaya deh sob, kalau kamu sibuk enggak bakal sempat memikirkan jejaring sosial.

Ketiga, menjauhlah dari handphone. Cobalah untuk menyimpan ponselmu di tempat yang jarang terlihat, misalnya di dalam lemari. Jika perlu kunci lemari lalu simpan kuncinya.
Kamu perlu waktu untuk bercengkrama dengan keluarga, jangan biarkan ayah atau ibumu terabaikan karena kamu sibuk bermain ponsel. Ketawa-ketiwi dengan teman di dunia maya tapi cuek dengan orang tua sendiri. Kasihan kan ayah ibumu.

Keempat, ubah cara berpikirmu tentang jejaring sosial. Jejaring sosial bukan segala-galanya. Kamu tetap bisa hidup tanpa jejaring sosial, beda dengan makanan. Jejaring sosial bukan kebutuhan primer. Orang bisa meninggal karena kurang gizi, tapi tidak akan meninggal karena tidak bisa mengangkses internet. Jadi santai saja, kamu tidak harus mengecek akun jejaring sosial setiap menit.
 
Kelima, kurangi kebiasaan ingin tahu kehidupan orang lain melalui jejaring sosial. Enggak ada gunanya kamu mengintip profil atau dinding orang lain, membaca semua status dan kirimannya. Belum tentu semua informasi yang mereka kirim benar, lagipula semakin ingin tahu kehidupan orang lain semakin rentan terserang iri dan dengki. Kamu bisa iri melihat kehidupan orang lain yang dianggap lebih beruntung, entah karena dia orang yang lebih kaya, bisa jalan-jalan keluar negeri sementara kamu cuma bisa menikmati layar tancap.
 
Sedih melihat foto mesra orang lain bersama suami atau istrinya, sementara kamu sudah bertahun-tahun menanti jodoh yang tak kunjung datang. Kalau kebiasaan ingin tahu yang tidak pada tempatnya itu diteruskan, lama-kelamaan kamu bisa depresi, sedih melihat orang senang, dan tidak mensyukuri kehidupanmu sendiri.

Keenam, jangan takut dianggap enggak gaul. Enggak usah minder kalau enggak eksis di dunia maya.
Siapa bilang yang jarang membuka jejaring sosial itu gaptek, jadul, dan cupu? Ingat sob, penilaian orang lain bukan standar utama dalam menilai diri kamu sendiri. Banyak kok siswa berprestasi yang enggak eksis di dunia maya, mereka sibuk dengan berbagai kegiatan.

Biasanya nih yang eksis di dunia maya malah orang- orang yang banyak waktu luang alias pengangguran.
Remaja yang kecanduan jejaring sosial juga enggak keren. Rata-rata prestasi akademis mereka jeblok karena malas belajar dan malas mengerjakan PR, sering membolos sekolah supaya bisa memakai internet.
 
Sampai-sampai mereka rela menginap di warnet, enggak mandi selama beberapa hari, dan enggak mau pulang ke rumah. Waduh, kalau sudah begini orang tuanya yang pusing. Bagaimana masa depan mereka nantinya?

Ketujuh, stop keinginan curhat berlebihan di jejaring sosial! Ada banyak sarana curhat enggak cuma di akun jejaring sosial, kamu bisa curhat sepuasnya sama Allah Ta’ala atau menuliskan semua kegalauanmu di buku diary. Curhat sama Allah dan menulis di buku diary itu tempat curhat yang paling aman. Enggak perlu takut ada yang membocorkan curhatanmu, enggak perlu khawatir ada yang berkomentar sinis atau malah jadi ngegosipin curhatanmu.
 
“Tapi tetap lebih asyik curhat di jejaring sosial, ada yang nge-like, ada yang memberi simpati.”
 
Wah, kalau kayak begitu sih kamu perlu bertanya ke diri sendiri niatnya curhat untuk apa? Benar-benar ingin mencari solusi atau hanya ingin mencari perhatian orang lain dan mendapatkan banyak simpati? Kalau ternyata tujuannya hanya ingin mendapat simpati dan perhatian orang lain sebaiknya segera hentikan kebiasaan itu. Banyak mengeluh justru membuat kamu semakin lemah.

Kedelapan, hapus aplikasi jejaring sosial dari handphone-mu. Semua tips sudah dijalankan tapi pikiranmu sulit terlepas dari jejaring sosial, seakan-akan ada keinginan yang tidak bisa kamu kendalikan untuk membuka akun jejaring sosial. Saatnya mencoba tips terakhir, hapus aplikasi jejaring sosial dari ponselmu. Tujuannya supaya kamu enggak penasaran untuk terus membukanya, atau ganti ponselmu dengan ponsel yang hanya bisa SMS dan telepon. 

Oke deh sobat, penjelasan di atas tidak bertujuan untuk menakut-nakuti kamu lho. Hanya saja resiko
kecanduan itu pasti ada kalau kamu tidak bijak memakai akun jejaring sosial.


(Tulisan ini telah dimuat di www.kreasianaknegeri.com)

 sumber gambar: internet

7 Cara Meningkatkan Kemampuan Menulis

Sahabat, hampir setiap hari kita membaca dan menulis. Mulai dari menulis SMS atau menulis status jejaring sosial. Semua orang bisa menulis. Hanya saja jika kita berniat untuk serius menjadi penulis tentu membutuhkan usaha yang lebih keras lagi, untuk menghasilkan tulisan yang layak untuk dibaca.

Nah, sebenarnya apa aja sih modal dasar yang harus kita miliki untuk dapat meningkatkan kemampuan menulis? Yuk kita baca tips sederhana di bawah ini. Barangkali bermanfaat.

Sukai dunia literasi. Jika kita sungguh-sungguh ingin menjadi penulis tentu kita harus menyukai dunia literasi terlebih dahulu. Menulis dengan penuh kecintaan dan gairah. Kecintaan kita pada bidang ini akan akan sangat membantu dalam menghadapi berbagai kesulitan yang menghadang, mengatasi kejenuhan, dan lain-lain.

Menulis bukanlah proses instan sekali jadi, untuk menghasilkan karya tulis yang layak membutuhkan waktu yang panjang, latihan, kesabaran dan ketekunan penulis.Kesukaan pada bidang ini membuat kita tidak merasa terbebani untuk mempelajari berbagai bentuk tulisan, bereksperimen, memperbaiki kualitas tulisan, dan lain-lain  
   
Menulis setiap hari. Butuh jam terbang tinggi untuk menjadi penulis profesional. Jika kita ingin cepat berkembang, menulislah setiap hari. Tentu hasilnya akan berbeda antara orang yang sering menulis dengan yang jarang menulis. Menulis itu kemampuan yang bisa diasah, sama seperti menyetir mobil. Semakin sering akan semakin lihai.

Tidak butuh waktu lama, cukup luangkan waktu 10-30 menit/hari untuk menulis. Lalu lihat hasil tulisan kita, akan terlihat perubahan. Tulisan kita semakin baik dari hari ke hari. Menulis setiap hari juga berguna untuk melenturkan gaya tulisan kita sehingga enak dibaca.

Menulis bebas. Tulis saja apa yang ada di kepala kita. Teknik menulis bebas sangat membantu untuk mengembangkan kemampuan menulis. Jangan dibatasi hanya pada satu jenis tulisan tertentu, cobalah menggali kemampuan dengan belajar menulis semua bentuk tulisan. Ada banyak produk-produk tulisan, misalnya artikel, opini, berita, feature, cerpen, buku fiksi atau nonfiksi, dan produk-produk tulisan lainnya. Membatasi diri justru membuat kita tidak dapat melihat kemampuan yang sebenarnya.

Bergabung dengan komunitas. Penulis sangat diuntungkan dengan adanya internet. Berbagai informasi tentang komunitas-komunitas menulis sangat mudah didapatkan. Ada banyak ilmu gratis yang terserak di dalam komunitas, kita hanya perlu mengumpulkannya. Mulai dari menjadi silent reader hingga berteman dan menyerap ilmu dari rekan-rekan yang sudah lebih dulu berkecimpung di dunia literasi.

Di komunitas kita bisa membangun jaringan, mencari peluang, mengambil kesempatan, dan membangun relasi yang baik dengan rekan-rekan penulis atau rekan-rekan yang bekerja di penerbitan. Membuka jalan melalui relasi itu penting, namun meningkatkan kualitas tulisan yang kita tawarkan juga tak kalah penting.
   
Mengikuti pelatihan. Jangan merasa rugi ketika mengeluarkan sejumlah biaya untuk mengikuti pelatihan kepenulisan. Pelatihan itu aset. Cara paling cepat untuk belajar dengan cara menduplikasi ilmu dari orang-orang yang sudah mumpuni di bidang ini. Ingat, menduplikasi ilmunya bukan tulisannya. Jika kita tidak cukup punya uang untuk mengikuti pelatiha berbayar, carilah pelatihan gratis.

Mengikuti lomba. Cobalah untuk mulai mengikuti lomba menulis. Baik yang kecil maupun yang besar. Mengikuti lomba membuat kita terpacu untuk membuat karya yang terbaik. Biasanya dalam sebuah lomba ada batas minimal jumlah halaman yang harus ditulis. Hal ini membuat kita tertantang untuk memperpanjang nafas menulis, lama-kelamaan kita akan terlatih membuat tulisan yang panjang.

Banyak membaca. Penulis memang harus suka membaca, apa jadinya jika penulis malas membaca? membaca tulisannya sendiri malas. Untuk menghasilkan sebuah karya yang layak terbit penulis harus membaca naskahnya berulang kali, menutupi celahnya, dan memperbaiki kekurangannya. Tidak hanya itu, untuk memperkaya isi tulisan penulis perlu banyak membaca. Ibaratnya pena itu senjata, amunisinya membaca.



Focus Private

Les Privat

Les Privat Focus Private adalah lembaga pendidikan yang mengkhususkan diri sebagai spesialis les privat guru ke rumah untuk mata pelajaran eksakta yaitu Matematika, Fisika, dan Kimia. Info 082312091982
Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Total Tayangan Halaman